Selasa, 18 Desember 2018

Jenis Pasir Untuk Bahan Bangunan


https://www.lamudi.co.id/journal/5-jenis-pasir-untuk-bahan-bangunan/
Pasir adalah contoh bahan material yang berbentuk butiran. Butiran pada pasir, umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Hanya beberapa tanaman yang dapat tumbuh di atas pasir, karena pasir memiliki rongga-rongga yang cukup besar. Pasir memiliki warna sesuai dengan asal pembentukannya. Dan seperti yang kita ketahui pasir juga sangat penting untuk bahan material bangunan bila dicampurkan dengan perekat Semen.
Nah, untuk kali ini kami akan membahas tentang bahan material yang satu ini. seperti yang kita ketahui pasir ini adalah bahan bangunan yang cukup berpengaruh untuk bahan bangunan bisa dikatakan banyak dipergunakan dari struktur paling bawah hingga struktur paling atas suatu bangunan. Berikut ini adalah 5 jenis pasir menurut tingkat kualitasnya :

1. Pasir Merah
Pasir merah atau suka disebut Pasir Jebrod kalau di daerah Sukabumi atau Cianjur karena pasirnya diambil dari daerah Jebrod Cianjur. Pasir Jebrod biasanya digunakan untuk bahan Cor karena memiliki ciri lebih kasar dan batuannya agak lebih besar.

2. Pasir Elod
Ciri ciri dari pasir elod ini adalah apabila dikepal dia akan menggumpal dan tidak akan puyar kembali. Pasir ini masih ada campuran tanahnya dan warnanya hitam. Jenis pasir ini tidak bagus untuk bangunan. Pasir ini biasanya hanya untuk campuran pasir beton agar bisa digunakan untuk plesteran dinding, atau untuk campuran pembuatan batako.

3. Pasir Pasang
Yaitu pasir yang tidak jauh beda dengan pasir jenis elod lebih halus dari pasir beton. Ciri-cirinya apabila dikepal akan menggumpal dan tidak akan kembali ke semula. Pasir pasang biasanya digunakan untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding.

4. Pasir Beton
Yaitu pasir yang warnanya hitam dan butirannya cukup halus, namun apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik sekali untuk pengecoran,
plesteran dindingpondasi, pemasangan bata dan batu.
5. Pasir Sungai
adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Biasanya pasir ini hanya untuk bahan campuaran saja .

Minggu, 08 April 2018

Penambang Ilegal Mulai Sasar Pasir di Objek Wisata

RADARJOGJA.CO.ID – Pekerjaan rumah Satpol PP sejak beberapa hari ini bertambah. Institusi penegak perda ini tidak hanya fokus mengawasi berbagai praktik pelanggaran perda siang hari. Melainkan juga patroli di pesisir pantai selatan saat malam hari.
Gara-garanya, mereka kucing-kucingan dengan penambang ilegal. Tak jarang penambang ilegal mencuri pasir pantai di sekitar jalur jalan lintas selatan (JJLS). Mereka beroperasi saat malam hari dengan memanfaatkan kelengahan seluruh pihak. Terutama, aparat penegak hukum.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka mengungkapkan, aktivitas penambangan ilegal saat malam hari ini kerap terjadi di wilayah Srandakan dan Sanden.
Cara baru ini dilakukan lantaran sebagian besar masyarakat sekitar lokasi penambangan kompak menolak aktivitas yang merusak lingkungan ini.
”Mereka beroperasi sekitar pukul 22.00 hingga dini hari biasanya,” kata Arin, sapaannya, Rabu (7/3).
Dengan adanya penolakan ini pula, para penambang kian nekat. Mereka yang semula hanya menambang di area pertanian mulai mengalihkan objek sasaran. Dengan menambang di seluruh area yang memiliki gundukan pasir. Seperti di pinggir JJLS serta di kawasan Pantai Cangkring.
”Sudah pernah ada yang ditangkap kepolisian. Tapi, mereka hanya diminta membuat pernyataan,” ucapnya.
Menurutnya, pekerjaan rumah (PR) Satpol hanya tersisa mengawasi penambangan di sekitar JJLS ini. Sebab, mayoritas penambangan ilegal yang tersebar di beberapa kecamatan sudah berhenti. Baik penambangan pasir maupun tanah uruk.
Di wilayah Imogiri, misalnya. Penambang bersedia berhenti beroperasi setelah mediasi dengan warga dan Satpol PP. Begitu pula dengan aktivitas serupa di wilayah Pleret dan Pundong. ”Di Kretek, Pajangan, Piyungan, dan Sedayu juga sama,” lanjutnya.
Kendati begitu, Arin menengarai para penambang di sejumlah kecamatan ini tetap bakal beroperasi kembali. Sebagai antisipasinya, Arin meminta seluruh masyarakat koperatif. Dengan segera melapor kepada pihak terkait bila mendapati praktik penambangan di wilayah mereka.
Kapolsek Sanden AKP Rikwanto mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kepolisian sendiri telah menempuh sejumlah cara mempersempit ruang gerak para penambang. Salah satunya dengan menggelar razia truk bermuatan tanah material uruk yang melebihi tonase.
”Sekali razia ada belasan truk,” katanya.
Bahkan, kepolisian juga rutin menangkap basah para penambang ini. Menurutnya, kepolisian memang tidak menerapkan langkah represif. Mereka hanya diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi. Kendati begitu, mereka juga tak kunjung jera. ”Ada banyak berkas pernyataan yang telah mereka buat,” ujarnya.

Longsor Kali Gendol 2 Orang Tewas




TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka akibat kejadian longsor di area tambang Kali Gendol, Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Sleman.
Dalam kejadian tersebut empat armada truk juga ikut tertimbun, Senin (2/4/2018).
Muslih (35),  seorang supir yang juga saksi mata kejadian menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 saat dirinya hendak antre memuat pasir.

Tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda tebing setinggi 20 meter yang berada di sisi timur area penambangan longsor.
"Saya posisi di mobil, mobilnya masih hidup jadi tidak dengar ada suara gemuruh. Tiba-tiba lihat kanan sudah ada longsoran," jelas Muslih.
Lanjut Muslih, akibat longsor tersebut empat mobil di depannya tertimbun material logsoran.
Dua korban tewas dan dua korban luka pun diketahui merupakan supir dan kru mobil truk.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com korban sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim SAR unit Cangkringan bersama pihak kepolisian serta TNI saat ini masih mengevakuasi truk yang tertimbun.


Selasa, 13 Maret 2018

Kualitas Pasir Merapi Terbaik Kedua di Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya berharap masyarakat sekitar Gunung Merapi menjadi semakin paham akan karakter lingkungannya dan semakin sejahtera kehidupannya. Masyarakat yang semula agraris perlahan kehidupannya bergeser menyusul letusan-letusan masih sering terjadi di Merapi.
Belakangan, masyarakat di sekitar Merapi banyak yang memanfaatkan pasir dari aktivitas gunung berapi tersebut sebagai sumber penghasilan. "Pasir Merapi dikenal memiliki kualitas nomor satu di Indonesia dan nomor dua di dunia," ujar Siti saat menghadiri penanaman pohon di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada, Sabtu.
Siti optimistis kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Merapi semakin membaik setelah terdera letusan gunung. Apalagi, kini Merapi juga mulai dikembangkan menjadi lokasi wisata. "Kunjungan wisata alam trennya sejak 2015 terus naik," katanya.
Siti berjanji akan mengawal lanskap akibat letusan-letusan yang masih sering terjadi di Merapi. Untuk pemulihan lahan kritis di lereng Merapi, dia mengpresiasi Universitas Gadjah Mada yang saat dies natalis ke-67 melakukan penanaman pohon di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. "Hal itu sejalan dengan
upaya pemerintah dalam mengurangi 24 juta hektare lahan kritis secara nasional."
Di samping itu, Siti juga mendukung rencana UGM untuk akan menjadikan Gunung Merapi sebagai pusat sains, laboratorium, serta sentra penelitian dan pengabdian. Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan pengabdian, Budi Widodo mengabarkan kampusnya menjadikan Merapi sebagai sekolah gunung. "Saya mengapresiasi kerja sama UGM dengan para ahli dari Prancis dan Jerman terkait hal tersebut," komentar Siti.

Selasa, 13 Februari 2018

Demo Sopir Truk Bubar, Arus Lalin Magelang-Yogya Kembali Normal




Magelang - Arus lalu lintas Magelang-Yogyakarta, tepatnya di simpang tiga Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang kembali normal seperti biasa. Massa sopir truk yang sempat turun ke jalan dan menutup arus kendaraan telah membubarkan diri.

"Sudah, sudah lancar seperti biasa. Kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Magelang dan sebaliknya sudah tidak lagi terkendala," jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, kepada detikcom, Kamis (8/2/2018).

Wakapolres Magelang, Kompol Dex Emanuelle Samson Manuputty menambahkan, arus lalu lintas sempat dialihkan selama dua jam.

"Meskipun demikian, aksi truk pasir yang mogok ini tidak sampai mengakibatkan ada laporan masyarakat yang merasa terganggu," ungkap Dex.

Selama aksi demo yang dilakukan oleh para sopir truk pasir tersebut, Polres Magelang mengerahkan sedikitnya 500 personel untuk pengamanan. Mereka disebar di sejumlah titik, mulai dari tempat massa berkumpul, di Tempat Pembayaran Retribusi (TPR), Muntilan, kompleks Pemkab Magelang, dan simpang Blondo Mungkid.

"Kita juga dibantu aparat samping. Di antaranya 4 pleton dari TNI, 1 pleton Satpol PP, dan lainnya," imbuh Dex.

Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin sempat menemui langsung massa yang berunjuk rasa menolak kenaikan penarikan pajak bahan galian.

Setelah mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan sopir truk, Zaenal mengeluarkan beberapa poin keputusan.

"Keputusan pelaksanaan SK Gubernur Jawa Tengah tentang kenaikan pajak baru pengambilan pasir dan batu ditunda. Penundaan ini terkait beberapa alasan, di antaranya daya beli masyarakat saat ini masih rendah (musim penghujan), di sisi lain aspek sosial masyarakat (pelaku penambangan) belum siap," jelas Zaenal.

Keputusan tersebut disambut baik oleh para sopir truk yang kemudian membubarkan diri secara tertib. Baik dari kompleks Pemkab Magelang maupun dari ruas-ruas jalan utama. 

detiknews.com

Minggu, 04 Februari 2018

Protes Tambang Pasir, Warga Lereng Merapi Geruduk Balai Desa

Sleman - Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman menggeruduk kantor balai desa setempat. Warga mempertanyakan aktivitas tambang pasir yang berada di kawasan Gumuk Pusung, di dasar hulu Kali Krasak desa setempat. 

"Kita belum mengetahui apakah penambangan ini sudah berizin atau belum. Bu Camat dulu melarang adanya aktivitas penambangan di Kecamatan Turi, warga sejak awal juga menolak penambangan," kata perwakilan warga, Supriyono (52), ditemui di kantor Balai Desa Wonokerto, Rabu (24/1/2018).

Aktivitas tambang pasir oleh perusahaan yang belum diketahui identitasnya ini dikhawatirkan warga bisa memicu kerusakan sumber air tak jauh dari lokasi penambangan. Tak hanya itu, warga juga khawatir tambang pasir merusak bendungan yang terpasang pipa instalasi air bersih warga Desa Wonokerto. Bendungan itu berada tepat di bawah bukti yang dikeruk pasirnya.

"Ada sumber air di sana, bendungan, pipa air, dipakai untuk kebutuhan air minum dan pengairan kebun salak warga Wonokerto," ujarnya. 

Diakuinya, warga mendatangi balai desa minta ketegasan dari kepala desa. Menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan berdampak terhadap kebutuhan air bersih warga dan ribuan hektare lahan perkebunan salak. 

news.detik.com

Harga Pasir di Jogja Diputuskan Naik

SLEMAN–Harga tambang pasir galian C per rit mulai tahun ini mengalami kenaikan. Kenaikan harga tersebut didasarkan pada Keputusan Gubernur DIY No.11/KEP/2018 yang berlaku efektif per 1 Februari tahun ini.
Kenaikan harga pasir tersebut sempat dipertanyakan puluhan sopir truk pengangkut galian C di wilayah lereng Merapi. Jumat (2/2/2018) subuh, puluhan sopir truk menggelar aksi dengan memarkir truk di sepanjang jalan Dusun Batur, Kepuharjo, Cangkringan menuju Kali Gendol. “Ada sekitar 25 truk yang diparkir,” kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, Jumat (2/2/2018).
Selain mempertanyakan kenaikan harga, para sopir juga meminta agar ada kesamaan harga antara yang dinaikan oleh perusahaan dengan yang ditambang oleh warga. Sebab menurut mereka, harga masing-masing berbeda. Di dusun Jambu satu rit pasir dihargai Rp750.000 per rit sementara di lokasi lain Rp700.000 per rit.
Pemdes, kata Heri, menfasilitasi pertemuan dengan para sopir truk karena dinilai ada kesalahpahaman. Menurut Heri,  kenaikan harga pasir galian C sudah ditetapkan oleh Gubernur DIY. “Sesuai Kepgub No.11/KEP/2018 di mana aturan tersebut berlaku per 1 Februari 2018. Setelah saya beri pemahaman, kalau ini bukan aturan Perdes baru mereka memahami,” kata Heri.
Berdasarkan aturan baru tersebut, lanjut dia, harga satu rit pasir naik dari sebelumnya Rp750.000 (plus pajak) menjadi Rp800.000 (plus pajak). “Kenaikan pajaknya sekitar Rp70.000. Itu masih kalah jauh dibandingkan kenaikan di Klaten Rp125.000,” jelasnya.
Ketua Koperasi Penambangan Pasir Petruk, Sutopo mengakui adanya kenaikan harga pasir tersebut. Pihaknya tidak mempermasahkan kenaikan tarif sesuai ketentuan Keputusan Gubernur itu. Toh, sebagian dari pajak yang dibayarkan juga untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Ketentuan baru itu tidak memberatkan. Kenaikan hanya Rp50.000 selain untuk kenaikan pajak sisanya di alokasikan untuk perawatan jalan. Ini sudah disepakati dengan para sopir truk,” ujarnya.

http://www.jatengpos.com