Jual Pasir ,Suplier Material Pasir, Batu Pondasi, Split, Sirtu, Urug Tanah Yogyakarta, Jogja, Sleman, Bantul, Solo, Solo Baru, Klaten, Semarang, Pekalongan,Purworejo Dan Sekitarnya Harga Murah Cepat Kirim, professional.
Sell Sand, Supplier of Sand , Stone, Split Yogyakarta, Jogja, Sleman, Bantul, Solo, Solo Baru, Klaten, Semarang, Pekalongan,Purworejo And Surrounding Low Price Fast Send, Professional.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Penambangan pasir dengan mesin penyedot di Sungai Progo, hingga kini masih marak terjadi meski izin belum dimiliki.
Meski begitu, permasalahan izin bukan satu-satunya kesulitan para penambang. Masifnya penyedotan kini juga membuat jumlah pasir di tengah sungai mulai sulit mereka dapatkan.
Ketua Kelompok Penambang Progo, Gandung, mengungkapkan sejumlah titik yang dulu banyak dimanfaatkan penambang untuk mengambil pasir dengan penyedot seperti Mangiran, Siyangan, dan Trimurti kini sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan.
Hal itu karena pasir di tengah kali mulai habis sehingga penambang terpaksa beralih menambang secara manual.
“Karena pasir di kedalaman tengah habis baru kedalaman lima meter ada batu dan penyedot kita tidak bisa ambil,” ujarnya pada Minggu (18/10/2015).
Sepanjang aliran Kali Progo memang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan warga penambang disebabkan sedimen pasir yang terkandung di dalamnya.
Para penambang menurutnya sudah berupaya menjaga lingkungan dengan menolak adanya aktivitas penambangan di Kali Progo dengan menggunakan alat berat atau eskavator.
“Justru karena kita memakai mesin sedot bisa membantu pemerintah menormalisasi sungai,” tuturnya.
Menurutnya, dengan mulai sulitnya pasir di Kali Progo, jumlah mesin penyedot juga berkurang, jika dulu ada sekitar 300 mesin, sekarang menjadi hanya skitar 100 buah saja.
Penambang yang beralih ke penambangan manual menurutnya hanya menggunakan alat-alat sederhana seperti sekop dan beroperasi hanya di pinggir-pinggir sungai.
Berkurangnya pasir dan jumlah mesin otomatis mengurangi pasokan pasir yang mereka kirim, menurutnya jika menggunakan mesin penyedot, dalam satu jalur per hari bisa menghasilkan lima atau enam rit, tergantung persediaan pasir yang dimiliki, namun dengan peralatan manual hanya tiga atau empat rit.
Meski harus beralih ke manual menurutnya, para penambang tetap akan beroperasi untuk memnuhi kebutuhan hidup mereka.
“Kalau berhenti menyedot ya bagaimana, penambang-penambang bisa banyak yang menganggur,” katanya.
Buat Anda yang sedang membangun rumah, pernakah Anda mencoba memilih koral yang baik sebagai material campuran beton? Apakah Anda hanya tahu memesan sejumlah koral yang telah diestimasi oleh tukang Anda? Tanpa ingin tahu lebih jauh tentang mana yang lebih baik koral/krikil atau batu pecah? Ukuran butiran koral seperti apa yang akan Anda pesan? Bentuk koral, kadungan kadar lumpur dan lain sebagainya.
Material seperti koral alias krikil, batu pecah dan pasir adalah meterial yang digunakan sebagai bahan baku beton, bahan yang berasal dari batu ini disebut ‘agregat’. Agregat mempunyai peranan sangat penting terhadap kualitas beton maupun harganya. Biasanya 56-75% volume total beton terdiri dari volume agregat, oleh karena itu dengan menggunakan komposisi semaksimal mungkin akan memperoleh harga beton yang lebih murah dengan kualitas beton yang tetap memadai.
Berdasarkan distribusi kumpulan ukuran butirannya, agregat dapat dibedakan menjadi agregat halus (pasir) dan agregat kasar (koral, misalnya). Agregat berfungsi sebagai bahan pengisi, dan walaupun fungsinya hanya sebagai bahan pengisi, ini tidak berarti peranannya dalam menentukan kekuatan beton lebih kecil daripada semen.
Sifat dan karakteristik Koral (agregat) sangat menentukan kualitas akhir beton yang dikerjakan. Agregat dengan ukuran butiran yang lebih halus memerlukan semen lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan butiran yang lebih kasar dan berarti memerlukan penggunaan semen yang lebih sedikit, sehingga berdampak terhadap pengurangan harga akhir beton.
Koral dengan sifat kekerasan, kepadatan, dan keawetan tinggi akan menghasilkan beton berkualitas lebih tinggi, sedangkan beton yang dubuat dengan sifat sebaliknya akan menghasilkan beton berkualitas rendah. Koral dengan kekerasan, kepadatan, dan keawetan tinggi mempunyai sifat kekekalan yang lebih baik.
Demikian juga koral yang mengalami pencemaran, baik oleh bahan organik ataupun anorganik dapat mempengaruhi kualitas agregat sehingga memerlukan tinfdakan pencucian terlebih dahulu sebelum digunakan.
Berikut ini kita lihat cara memilih koral yang baik sebagai bahan baku campuran beton. Koral untuk beton sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan-batuan berupa krikil alam, pada umumnya yang dikatakan koral adalah batuan atau agregat yang ukuran butirannya lebih dari 5 mm. Koral yang baik harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori. Koral yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat dipakai, apabila jumlah butir-butor pipih tersebut tidak melampaui 20% berat koral seluruhnya.
Koral yang baik harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca, seoerti terik matahari dan hujan. Ingat. Koral yang baik tidak boleh mengandung kadar lumpur melampai 1%, bila melebihi koral harus dicuci.
Koral yang baik harus terdiri dari beraneka ragam besarnya, agar bisa saling mengisi untuk menghasilkan suatu campuran atau beton jadi yang padat. Bila dibawa ke Laboratorium Beton, apabila diayak dengan susunan ayakan, maka koral harus memenuhi syarat-syarat bebagai berikut. Sisa di atas ayakan 31,5 mm, harus minimum 0% berat. Sisa di atas ayakan 4 mm, harus berkisar 90% dan 98% berat. Dan Selisih antara sisa-sisa komulatif di atas dua ayakan yang berurutan adalah maksimal 60% dan minimum 10% berat.
Berdasarkan uraian di atas terlihat betapa pentingnya peran agregat (Koral) dalam pekerjaan beton, di samping peran bahan baku pembuat beton lainnya. Untuk itu diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam menentukan pilihan jenis koral yang akan digunakan, agar sesuai dengan sifat pekerjaan dan lingkungan di mana rtumah Anda didirikan. Tindakan ini diperlukan agar beton yang dibuat memiliki kualitas tinggi dengan harga relatif lebih murah.
JAKARTA, INAPEX.co.id – Sebaiknya Anda tahu dan mengenal berbagai jenis batu untuk pondasi yang bikin rumah lebih kokoh. Pengertian dari batu atau batuan yang diartikan secara ilmu geologi, yaitu benda padat yang tebuat secara alami dari mineral atau mineraloid.
Lapisan luar padat Bumi, litosfer, terbuat dari batuan. Dalam batuan umumnya terdiri dari tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf.
Kemudian untuk mendukung agar proyek pembangunan rumah, batuan biasanya dipakai pada pondasi dengan ketinggian kurang dari 10 meter. Kemampuan batukali yang bisa menahan beban berat tentunya sangat diunggulkan sampai sekarang ini.
Terlebih, pemasangan pondasi batu kali dikombinasikan dengan teknik pemasangan strauss pile / bor pile, beton cakar ayam, mampu menahan goncangan ketika adanya getaran dari dalam tanah ataupun getaran yang dihasilkan lingkungan sekitar. Selain itu kekuatan sebuah pondasi juga bertujuan untuk mengamankan kekokohan berdirinya suatu bangunan.
Jenis batu bulat. (Foto: istimewa)
BATU BULAT
Batu bulat yaitu bahan galian yang banyak ditemui hampir diseluruh pelosok Indonesia. Batu bulat secara umum dibedakan menjadi 2 jenis yakni batu kali atau batu sungai. Kemudian juga ada batu gunung ciri dari batu jenis ini adalah berwarna abu-abu agak kehitaman.
Biasanya batu bulat menjadi primadona pilihan dalam pembuatan pondasi bangunan, khususnya batukali. Karena jenit batu kali yang banyak tersedia dan bisa langsung diambil dari aliran sungai disetiap daerah.
Batu kali umumnya berukuran tidak terlalu besar yakni berdiameter berkisar 25 centimeter, namun batukali biasanya memiliki lumut pada bagian permukaan, yang harus dilakukan pembersihan dahulu dengan cara penyikatan sebelum dipakai untuk kegunaan pondasi bangunan.
Karena jika tidak, lumut yang menempel pada permukaan batu akan mengering dan memberikan jarak terhadap semen setelah selesai dilakukan pemasangan. Artinya, hal tersebut juga berdampak akan mengurangi kekuatan yang mampu ditopang oleh pondasi.
Batu gunung juga merupakan kesatuan dari batu bulat yang digunakan untuk membuat pondasi bangunan. Namun, karena lokasinya yang terpendam didalam tanah, dan jumlah yang tersedia tidak dibanyak lokasi setiap daerah oleh sebab itu perlu bantuan alat berat untuk mengangkat batu gunung ke permukaan.
Kelemahan batu bulat ini adalah karena bentuknya bulat menyebabkan tidak akan saling mencengkeram satu dengan yang lainnya ketika dipasang.
Jenis batu belah. (Foto: istimewa)
BATU BELAH
Batu belah berasal dari batu bulat yang berukuran besar kemudian di pecah menjadi bongkahan-bongkahan lebih kecil. Jenis batu belah ini, umumnya berwarna kehitaman, coklat keputihan tergantung daerah bukit atau gunung asalnya. Batu belah kebanyakan berada di daerah perbukitan dan gunung aktif. Namun, tidak memungkinkan terdapat pada aliran sungai yang perlu masih butuh bantuan alat berat untuk mengangkut batu besar ini.
Batu belah sangat baik untuk pondasi menerus dan pondasi umpak (tua) karena batu ini biasanya berasal dari letusan batu yang ikut keluar dari perut bumi ketika terjadinya letusan gunung.
Keunggulan lain penggunaan batu belah sebagai bahan pondasi bangunan bisa mengikuti lebar diinginkan secara rapih sehingga porsi beban yang akan diterapkan pada pondasi lebih maksimal.
Batu belah yang bagus digunakan untuk pondasi rumah keras, bersih dan tidak lapuk. Cara menentukan tidak lapuk atau batu tua yang siap digunakan untuk bangunan dengan cara membelahnya menggunakan palu. Apabila pecah, yang dihasilkan tajam, atau mampu menyayat maka batu tersebut sangat baik digunakan untuk bangunan.
Jenis batu blondos. (Foto: ist)
BATU BLONDOS
Asal batu ini dari batu bulat yaitu dari kali dan gunung. Hanya saja bentuknya hanya sekepal tangan orang dewasa. Batu ini disebut juga batu blondos berwarna hitam dan keabu-abuan.
Biasanya batu ini dimanfaatkan untuk lapisan pondasi (pondasi setempat). Batu blondos yang memiliki kwalitas bagus harus kuat, keras, bersih dan tidak lapuk.
Banyak diaplikasikan sebagai penghias dinding dan dekorasi taman karena menimbulkan aksen tradisional. Karakter khas dari batu ini yaitu membulat, keras, dan permukaan yang cukup halus.
Jenis batu karang. (Foto: ist)
BATU KARANG
Kemudian jenis batu karang ini juga salah satu bahan sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan. Batu karang biasanya berwarna putih atau kuning muda, namun ada juga yang berwarna kehitaman.
Pastinya, benda ini hanya bisa didapat dari area pantai maupun laut. Jenis batu ini memiliki kepadatan serta kekuatan tersendiri. Ciri yang melekat pada batu karang yaitu sangat keras, bersih serta mempunyai garis warna yang memudar.
Pasir adalah contoh bahan material yang berbentuk butiran. Butiran pada pasir, umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Hanya beberapa tanaman yang dapat tumbuh di atas pasir, karena pasir memiliki rongga-rongga yang cukup besar. Pasir memiliki warna sesuai dengan asal pembentukannya. Dan seperti yang kita ketahui pasir juga sangat penting untuk bahan material bangunan bila dicampurkan dengan perekat Semen.
Nah, untuk kali ini kami akan membahas tentang bahan material yang satu ini. seperti yang kita ketahui pasir ini adalah bahan bangunan yang cukup berpengaruh untuk bahan bangunan bisa dikatakan banyak dipergunakan dari struktur paling bawah hingga struktur paling atas suatu bangunan. Berikut ini adalah 5 jenis pasir menurut tingkat kualitasnya :
1. Pasir Merah
Pasir merah atau suka disebut Pasir Jebrod kalau di daerah Sukabumi atau Cianjur karena pasirnya diambil dari daerah Jebrod Cianjur. Pasir Jebrod biasanya digunakan untuk bahan Cor karena memiliki ciri lebih kasar dan batuannya agak lebih besar.
2. Pasir Elod
Ciri ciri dari pasir elod ini adalah apabila dikepal dia akan menggumpal dan tidak akan puyar kembali. Pasir ini masih ada campuran tanahnya dan warnanya hitam. Jenis pasir ini tidak bagus untuk bangunan. Pasir ini biasanya hanya untuk campuran pasir beton agar bisa digunakan untuk plesteran dinding, atau untuk campuran pembuatan batako.
3. Pasir Pasang
Yaitu pasir yang tidak jauh beda dengan pasir jenis elod lebih halus dari pasir beton. Ciri-cirinya apabila dikepal akan menggumpal dan tidak akan kembali ke semula. Pasir pasang biasanya digunakan untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding.
4. Pasir Beton
Yaitu pasir yang warnanya hitam dan butirannya cukup halus, namun apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik sekali untuk pengecoran,
plesteran dinding, pondasi, pemasangan bata dan batu.
5. Pasir Sungai
adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. Biasanya pasir ini hanya untuk bahan campuaran saja .
RADARJOGJA.CO.ID – Pekerjaan rumah Satpol PP sejak beberapa hari ini bertambah. Institusi penegak perda ini tidak hanya fokus mengawasi berbagai praktik pelanggaran perda siang hari. Melainkan juga patroli di pesisir pantai selatan saat malam hari.
Gara-garanya, mereka kucing-kucingan dengan penambang ilegal. Tak jarang penambang ilegal mencuri pasir pantai di sekitar jalur jalan lintas selatan (JJLS). Mereka beroperasi saat malam hari dengan memanfaatkan kelengahan seluruh pihak. Terutama, aparat penegak hukum.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka mengungkapkan, aktivitas penambangan ilegal saat malam hari ini kerap terjadi di wilayah Srandakan dan Sanden.
Cara baru ini dilakukan lantaran sebagian besar masyarakat sekitar lokasi penambangan kompak menolak aktivitas yang merusak lingkungan ini.
”Mereka beroperasi sekitar pukul 22.00 hingga dini hari biasanya,” kata Arin, sapaannya, Rabu (7/3).
Dengan adanya penolakan ini pula, para penambang kian nekat. Mereka yang semula hanya menambang di area pertanian mulai mengalihkan objek sasaran. Dengan menambang di seluruh area yang memiliki gundukan pasir. Seperti di pinggir JJLS serta di kawasan Pantai Cangkring.
”Sudah pernah ada yang ditangkap kepolisian. Tapi, mereka hanya diminta membuat pernyataan,” ucapnya.
Menurutnya, pekerjaan rumah (PR) Satpol hanya tersisa mengawasi penambangan di sekitar JJLS ini. Sebab, mayoritas penambangan ilegal yang tersebar di beberapa kecamatan sudah berhenti. Baik penambangan pasir maupun tanah uruk.
Di wilayah Imogiri, misalnya. Penambang bersedia berhenti beroperasi setelah mediasi dengan warga dan Satpol PP. Begitu pula dengan aktivitas serupa di wilayah Pleret dan Pundong. ”Di Kretek, Pajangan, Piyungan, dan Sedayu juga sama,” lanjutnya.
Kendati begitu, Arin menengarai para penambang di sejumlah kecamatan ini tetap bakal beroperasi kembali. Sebagai antisipasinya, Arin meminta seluruh masyarakat koperatif. Dengan segera melapor kepada pihak terkait bila mendapati praktik penambangan di wilayah mereka.
Kapolsek Sanden AKP Rikwanto mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kepolisian sendiri telah menempuh sejumlah cara mempersempit ruang gerak para penambang. Salah satunya dengan menggelar razia truk bermuatan tanah material uruk yang melebihi tonase.
”Sekali razia ada belasan truk,” katanya.
Bahkan, kepolisian juga rutin menangkap basah para penambang ini. Menurutnya, kepolisian memang tidak menerapkan langkah represif. Mereka hanya diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi. Kendati begitu, mereka juga tak kunjung jera. ”Ada banyak berkas pernyataan yang telah mereka buat,” ujarnya.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka akibat kejadian longsor di area tambang Kali Gendol, Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Sleman.
Dalam kejadian tersebut empat armada truk juga ikut tertimbun, Senin (2/4/2018).
Muslih (35), seorang supir yang juga saksi mata kejadian menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 saat dirinya hendak antre memuat pasir.
Tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda tebing setinggi 20 meter yang berada di sisi timur area penambangan longsor.
"Saya posisi di mobil, mobilnya masih hidup jadi tidak dengar ada suara gemuruh. Tiba-tiba lihat kanan sudah ada longsoran," jelas Muslih.
Lanjut Muslih, akibat longsor tersebut empat mobil di depannya tertimbun material logsoran.
Dua korban tewas dan dua korban luka pun diketahui merupakan supir dan kru mobil truk.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com korban sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim SAR unit Cangkringan bersama pihak kepolisian serta TNI saat ini masih mengevakuasi truk yang tertimbun.
REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya berharap masyarakat sekitar Gunung Merapi menjadi semakin paham akan karakter lingkungannya dan semakin sejahtera kehidupannya. Masyarakat yang semula agraris perlahan kehidupannya bergeser menyusul letusan-letusan masih sering terjadi di Merapi.
Belakangan, masyarakat di sekitar Merapi banyak yang memanfaatkan pasir dari aktivitas gunung berapi tersebut sebagai sumber penghasilan. "Pasir Merapi dikenal memiliki kualitas nomor satu di Indonesia dan nomor dua di dunia," ujar Siti saat menghadiri penanaman pohon di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada, Sabtu.
Siti optimistis kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Merapi semakin membaik setelah terdera letusan gunung. Apalagi, kini Merapi juga mulai dikembangkan menjadi lokasi wisata. "Kunjungan wisata alam trennya sejak 2015 terus naik," katanya.
Siti berjanji akan mengawal lanskap akibat letusan-letusan yang masih sering terjadi di Merapi. Untuk pemulihan lahan kritis di lereng Merapi, dia mengpresiasi Universitas Gadjah Mada yang saat dies natalis ke-67 melakukan penanaman pohon di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. "Hal itu sejalan dengan
upaya pemerintah dalam mengurangi 24 juta hektare lahan kritis secara nasional."
Di samping itu, Siti juga mendukung rencana UGM untuk akan menjadikan Gunung Merapi sebagai pusat sains, laboratorium, serta sentra penelitian dan pengabdian. Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan pengabdian, Budi Widodo mengabarkan kampusnya menjadikan Merapi sebagai sekolah gunung. "Saya mengapresiasi kerja sama UGM dengan para ahli dari Prancis dan Jerman terkait hal tersebut," komentar Siti.