Senin, 04 November 2019

DISTRIBUTOR/ JUAL /SUPLIER PASIR MERAPI DAN PROGO ,BATU, SPLIT, SIRTU YOGYAKARTA, SLEMAN, SOLO, KLATEN.

UD.MATERIAL ALAM
(087739890990)
Jual Material alam pasir, batu kali, split untuk wilayah Yogyakarta, Klaten, Solo dan sekitarnya.
Harga yang kami tawarkan tentunya bersaing dan kualitas yang baik, untuk pasir bisa pesan pasir dari kali progo ataupun dari merapi tergantung selera anda.
Kami hanya melayani pesanan muatan truk, bisa pesan per rit ataupun kubikasi, untuk fast respon pesanan bisa call atau sms kami di  
087739890990 (telp,sms,wa)

motto kami : Murah, cepat, dan berkualitas

Jual pasir jogja
harga pasir jogja
jual pasir merapi jogja
jual pasir yogyakarta
harga pasir jogja
harga pasir yogyakarta
jual pasir sleman
harga pasir sleman
jual pasir bantul
harga pasir bantul
jual material alam jogja
jual material alam yogyakarta
jual material alam sleman
harga material alam sleman
harga material alam bantul
harga material alam solo
jual pasir solo
jual material alam solo
harga batu pondasi solo
jual batu pondasi solo
harga batu pondasi solo
jual pasir klaten
harga pasir klaten
harga material alam klaten
suplier pasir merapi yogyakarta
jual pasir merapi jogja
suplier pasir merapi jogja
suplier pasir solo
jual split jogja
harga split jogja
jual pasir kulon progo
harga pasir kulon progo
jual pasir progo
harga pasir progo
jual pasir wonosari
suplier pasir wonosari
suplier material alam wonosari
distributor pasir jogja
distributor pasir yogyakarta
distributor pasir sleman
distributor pasir wonosari
distributor pasir solo
distributor pasir semarang
jual pasir semarang
harga pasir semarang
jual pasir pekalongan
harga pasir pekalongan
distributor pasir pekalongan
pasir merapi pekalongan
jual pasir muntilan
harga pasir muntilan
suplier pasir muntilan
distributor pasir muntilan
jual pasir magelang
harga pasir magelang
suplier pasir magelang
distributor pasir magelang
jual urug jogja
jual urug yogyakarta
harga urug jogja
urug sirtu jogja
pasir murah jogja
pasir murah yogyakarta
pasir murah solo
pasir murah solobaru
pasir murah boyolali
jual pasir boyolali
harga pasir boyolali
suplier pasir boyolali
distributor pasir boyolali
jual split clereng
jual split jogja
jual split sleman
jual pasir karanganyar
harga pasir karanganyar
jual pasir wates
harga pasir wates
ijin penambang pasir cor
harga batu kali di jogja
depo pasir jogja
depo pasir klaten
depo pasir solo
jual batako jogja
harga batako jogja
jual batako yogyakarta
harga batako yogyakarta
jual buis beton jogja
harga buis beton yogyakarta
batako pres jogja
batako pres yogyakarta
Jual Pasir Purworejo
Harga pasir Purworejo
Harga batu pondasi purworejo
Harga batu belah Purworejo
Harga split Purworejo
Harga urug Purworejo
Jual Split Purworejo
Distributor pasir Purworejo
Leveransir Pasir Purworejo
Depo Pasir Purworejo

Minggu, 03 November 2019

Pembangunan Tol Cilacap-Yogya akan Terkendala Bahan Baku


REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Pemerintah berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Cilacap-Yogyakarta. Meski belum bisa dipastikan kapan rencana tersebut akan realisasikan, namun pembangunan tol yang diharapkan bisa menjadi alternatif jalur selatan, diperkirakan akan terhambat masalah pasokan bahan baku infrastruktur.

Anggota Dewan sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, Eddy Wahono menyebutkan, salah satu yang kemungkinan akan menghambat adalah masalah penyediaan bahan baku galian C. Hal ini karena keberadaan lokasi pertambangan galian C di Jateng Selatan yang sangat terbatas.

''Selama ini hanya ada 16 lokasi penambangan galian C di Jateng selatan yang sudah memiliki izin penambangan. Di luar itu, semuanya belum atau tidak memiliki izin,'' jelasnya, Senin (20/2).

Ke-16 lokasi penambangan yang sudah memiliki izin tersebut, antara lain berada di Purworejo sebanyak 4 lokasi, di Purbalingga 6 lokasi, dan di Kabupaten Banjarnegara ada 6 lokasi. ''Untuk Banyumas, Cilacap dan Kebumen, tidak ada yang memiliki izin penambangan. Meski pun banyak di seluruh wilayah tersebut yang melakukan aktivitas penambangan,'' jelasnya.

Sementara untuk wilayah Provinsi DIY, Eddy menyebutkan, yang memiliki izin usaha penambangan ada 9 unit usaha. Masing-masing, 5 ijin diberikan pada penambangan sungai dan empat izin diberikan pada penambangan galian c wilayah pegunungan.

Menurutnya, dengan terbatasnya usaha penambangan galian C yang memiliki izin, maka dipastikan kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol akan sulit terpenuhi. ''Kecuali bila pelaksana proyek juga bersedia menerima pasokan bahan galian C dari penambangan tak berizin,'' jelasnya.

Menurutnya, adanya kesulitan usaha penambangan mendapat izin, beradal dari keberadaan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagai Pengganti UU No 32 Tahun 2004. Berdasarkan ketentuan dalam perundang-undangan tersebut, maka pengurusan izin pertambangan galian C yang tadinya berada di pemerintah kabupaten, dialihkan ke pemerintah provinsi.

''Hal ini ditambah lagi adanya aturan dalam PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba yang menyebabkan biaya pengurusan menjadi sangat tinggi,'' jelasnya.

Kondisi ini, menurut Eddy, telah menyebabkan aktivitas penambangan ilegal justru semakin marak. ''Adanya aturan yang mempersulit pengurusan izin, bukannya menyebabkan aktivitas penambangan turun, melainkan justru makin marak akibatnya banyaknya aktivitas ilegal,'' katanya.

Sementara pemerintah mengalami kesulitan mengatasi aktivitas penambangan ilegal, dengan alasan berbagai faktor. ''Untuk itu, seharusnya ada aturan yang lebih jelas dan mudah dalam pengurusan izin penambangan galian C, sehingga aktivitas penambangan justru akan lebih mudah dikendalikan,'' katanya.