Rabu, 01 Januari 2020

Warga Banaran Tuntut Penutupan Penambangan Sedot Pasir di Sungai Progo

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga Desa Banaran, Kecamatan Galur, diresahkan oleh menjamurnya aktivitas penambangan pasir dengan mesin sedot di Sungai Progo.
Penambangan dengan penyedotan pasir itu disinyalir membuat lingkungan sekitarnya rusak dan juga mengganggu debit air sumur warga di sekitar lokasi penambangan.
Selain itu, menurut warga, jalan yang dilalui armada pengangkut hasil tambang juga mengalami kerusakan, saluran irigasi petanian jadi mampet, matinya objek wisata laguna Pantai Trisik, hingga pergeseran daerah aliran sungai (DAS) Progo ke arah barat atau mendekati kawasan permukiman.



Atas kondisi itu, seratusan warga Banaran lalu meluapkan kekesalannya dengan berunjuk rasa di depan kantor balai desa setempat, Senin (2/9/2019).
Dalam tuntutannya, warga meminta Pemerintah Desa Banaran berani bersikap sekaligus bertanggungjawab atas munculnya kegiatan penambangan sedot pasir itu sejak awal 2019 serta menutupnya.
"Pergeseran DAS Progo ini mengakibatkan makam di tepi sungai rusak terendam air. JIka penyedotan pasir terus berlangsung, kami khawatir muncul rongga di bawah tanah dan membahayakan warga," kata Koordinator aksi, Agung Budi Prastawa, Senin (2/9/2019).
Aksi tersebut diikuti warga dari tiga pedukuhan di Banaran yakni Pedukuhan 1,2,dan 3.
Agung mengatakan, bukan tak mungkin warga akan menggelar aksi lagi dengan jumlah massa lebih besar jika Pemdes tak segera bersikap dan menghentikan aktivitas penyedotan pasir tersebut.
Warga dalam hal ini memberikan waktu satu bulan bagi Pemdes untuk menyelesaikan persoalannya.
"Kami akan menggelar aksi lebih besar lagi jika tidak segera ditutup,"kata Agung.
Kepala Desa Banaran, Haryanta berjanji akan membantu penyelesaian masalah tersebut dan mendampingi warga.
Hanya saja, kewenangan penghentian aktivitas penambangan sedot pasir di Sungai Progo itu ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Peserta aksi dimintanya mengumpulkan tanda tangan beserta salinan KTP dan selanjutnya bersama perwakilan warga akan mendatangi BBWSSO.


Harga Material alam Per Januari 2020

Harga Material alam Per Januari 2020

a. Pasir Merapi                 : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com(N)
b. Batu belah    : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com(N)
c. Urug sirtu : 650.000/rit pasirjogja.blogspot.com(N)
d. Split : 200.000/m3 pasirjogja.blogspot.com(N)
e. Batu bata  AT : 760/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
f.  Batu bata grobogan      : 600/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
g. Bata Jogja : 720/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
h. Bata Ringan AAC         : 720/m3 (10,8) truk kecil bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
i. Bata Ringan AAC  : 680/m3 (47,52)tronton bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
j.  Mortar perekat : 75.000/sak bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
k. Batako                            : 3100/pcs(N)
m. buis beton besar           :73.000/pcs(N)


keterangan
N =Normal
+ =Naik
- = Turun

Harga tersebut franco Sleman utara ,untuk sleman selatan dan kota jogja ada penyesuaian harga

Harga Material alam Per Desember 2019

Harga Material alam Per Desember 2019

a. Pasir Merapi                 : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com(N)
b. Batu belah    : 190,000/m3(1,000,000/rit) pasirjogja.blogspot.com(N)
c. Urug sirtu : 650.000/rit pasirjogja.blogspot.com(N)
d. Split : 200.000/m3 pasirjogja.blogspot.com(N)
e. Batu bata  AT : 760/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
f.  Batu bata grobogan      : 600/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
g. Bata Jogja : 720/pcs jualbatubatamurah.blogspot.com(N)
h. Bata Ringan AAC         : 720/m3 (10,8) truk kecil bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
i. Bata Ringan AAC  : 680/m3 (47,52)tronton bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
j.  Mortar perekat : 75.000/sak bataringanhebeljogja.blogspot.com(N)
k. Batako                            : 3100/pcs(N)
m. buis beton besar           :73.000/pcs(N)


keterangan
N =Normal
+ =Naik
- = Turun

Harga tersebut franco Sleman utara ,untuk sleman selatan dan kota jogja ada penyesuaian harga

Truk Pengangkut Pasir Timpa 2 Mobil di Sleman, 1 Orang Tewas

SLEMAN, iNews.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Cangkringan, Dusun Gondang, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Minggu (29/12/2019) sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah truk pengangkut pasir menimpa dua mobil yang mengakibatkan satu orang meninggal di lokasi.
Kejadian itu berawal saat dua mobil melaju dari arah selatan yaitu Calya bernomor polisi H 8803 QQ yang dikemudikan Ambar Widiatmoko (55) dan Terios dengan nomor polisi AA 8969 yang dikendarai Josa Seandita (22). Posisi mobil Calya berada di depan Terios.

Sementara itu dari arah utara melaju truk pengangkut pasir dengan nomor polisi AB 8523 VU yang dikemudikan Sumantri. Saat tiba di lokasi kejadian, sopir truk diduga tak mampu mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak bagian depan mobil Terios.
Truk kemudian jatuh dengan posisi bak menimpa mobil Calya di depan Terios. Akibatnya sopir Calya terjepit dan terluka parah hingga meninggal dunia di lokasi.
Sementara lima penumpang Calya lainnya mengalami luka. “Dalam mobil Calya itu berisi enam orang, selain pengemudi, ada lima penumpang, yakni Rina Marinda (40) mengalami luka pada gigi atas lepas, punggung nyeri, bibir atas sobek. Putri Setyani (15), Safna (15) mengalami luka paha kanan, dan Afna (12). Keempatnya warga Semarang serta Cika (15) warga Norogong Bekasi Barat, Jawa Barat,” kata Kapolsek Cangkringan AKP Samiyono, Minggu (29/12/2019) malam.
Sedangkan mobil Terios berisi tiga orang. Selain sopir ada dua penumpang, yakni Yekti Ningsih Handayani (51) dan Adin. Sementara truk pasir hanya berisi sopir. Pengemudi yang meninggal sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY dan penumpang yang luka dibawa ke RS Panti Nugroho Pakem untuk mendapatkan perawatan.
"Kecelakaan ini sudah ditangani Satlantas Polres Sleman,” katanya.


dikutip dari : inews.id