Rabu, 22 Juni 2016

Coker Pasir Tewas Tertimbun Tebing Longsor Kali Apu

PENAMBANGAN PASIR BOYOLALI 
Coker Pasir Tewas Tertimbun Tebing Longsor Kali Apu

Solopos.com, BOYOLALI--Penambangan liar di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo, membawa korban. Seorang kuli coker pasir, Ami, 25, warga Dukuh Klakah Duwur, RT 008/RW 003, Desa Klakah, Kecamatan Selo, tewas setelah tertimbun tebing yang longsor Selasa (29/9/2015) sekitar pukul 04.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa terjadi saat korban tidur pulas di bawah tebing area penambangan pasir dan batu. Selama ini, tebing tersebut dikeruk dan ditambang menggunakan ekskavator. Tebing itu masuk wilayah Klakah Duwur RT 009/RW 003, Desa Klakah.
Nahas, saat korban tertidur pulas itulah tiba-tiba tebing kira-kira tinggi 60 meter runtuh dan mengenai dua orang yang berada di bawahnya. Satu orang yang tidak diketahui identitasnya selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Reruntuhan tebing juga menimbun sebagian badan truk pengangkut pasir.
“Saat kejadian Ami sedang tidur di bawah tebing. Tiba-tiba terdengar suara reruntuhan dan ternyata tebing itu longsor dan menimbun Ami,” kata coker pasir lainnya, Samak, 50, saat ditemui wartawan, di sela-sela identifikasi korban oleh tim kepolisian, kemarin.
Mengetahui kejadian tersebut, Samak langsung memberitahukan kejadian itu kepada coker dan penambang lainnya. Menjelang matahari terbit, tubuh korban berhasil dievakuasi dan diangkat dari timbunan pasir.
Sebelum dimakamkan, tim kepolisian dari Polres Boyolali mengidentifikasi korban. Identifikasi langsung dilakukan di lingkungan makam desa setempat. Setelah identifikasi, tubuh korban disucikan dan langsung dimakamkan. Korban mengalami luka cukup parah pada punggung, kepala, dan kaki.
Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Andie Prasetyo, turun langsung menangani kejadian tersebut. Polres Boyolali akan mendalami insiden yang menewaskan satu orang penambang pasir.
Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Boyolali, Sarju Ratmoko, menjelaskan penambangan pasir dan batu di Kali Apu adalah ilegal.
“Kejadian di Kali Apu tidak termasuk kecelakaan tambang melainkan kecelakaan biasa,” kata Sarju.
Sarju mengakui hingga saat ini penambangan liar dengan menggunakan alat berat masih terjadi di Kali Apu. Bahkan kemarin saat kejadian tewasnya seorang coker, setidaknya ada delapan ekskavator beroperasi di kawasan Kali Apu.

sumber  : solopos.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar